Feeds:
Posts
Comments

Ini hari Minggu, tapi saya tidak bisa leha-leha. Ada proyek kelas EPI yang menanti. Wah, alhamdulillah tepat saat saya menulis posting ini editan saya juga baru selesai. Kali ini berkat batuan Mas Zeri, anak Antro 2008 rekomendasi dari Mbak Dyna. Gak tahu deh kalau gak ada dia. Nangis saya, hehe. Tenkyu Mas Zeri dan Mbak Dyyn :)

Anyway selain EPI saya sedang dilanda dilema nih. Hmm jadi beberapa teman mendorong saya untuk mencoba mengemban amanah baru. Di satu sisi saya sih ingin mengembangkan embrio yang satu ini, tapi di sisi lain orientasi saya sudah bukan di lingkup itu. Saya lebih ingin mengembangkan diri di luar dan menjajal mengadu pengalaman yang telah saya dapat sebelumnya. kalau saya menerima amanat ini berarti saya harus seikit “meredam” ambisis yang satu ini, untuk fokus di tugas yang baru. Hmm butuh banyaak pertimbangan. Akan segera berbincang dengan orang-orang yang kompeten deh. Wish me luck!

Proyek EPI kali ini mengilhami saya membuat satu prosa singkat:

“Bukannya aku tidak suka merasakan hadirmu di sisiku. Bukannya ku tak rindu mengendus semilir wangi yang menghambur familiar dari tengkukmu. Tak kupungkiri, terkadang aku masih ingin menghambur ke pelukmu. Bersandar di lenganmu yang kokoh, merajuk akan perlindunganmu. Aku masih berdesir memandang muka polosmu saat tidur. Aku cemburu dan meracau melihatmu menerima panggilan dengan diam-diam, berkirim pesan singkat seharian. Aku gila membayangkan telah ada orang yang menggantikan posisiku dulu. Hey, aku tak sekuat itu! Kepalaku mengulang memori seperti rewinder di handycam, saat dulu kau kusuapi nasi goreng. Saat kau meringkuk seperti kucing di dekapku. Hey, aku memang rindu. iya rindu.

Tapi kau juga tak sekuat yang kumau. Kau tak penuh inisiatif layaknya pria impianku. Kau hanya menuruti perintahku tanpa bisa menentukan sendiri arahmu. Hey, kau pria! Kau yang sepatutnya menjadi nahkoda. Biarkan aku dengan takzim berdiri di belakangmu. Jangan biarkan aku merajai dan meringsek maju. Aku butuh dibatasi. Dan kau tak pernah mau. Aku butuh dimarahi. Dan kau selalu memandangku begitu tinggi. Aku tetap wanita yang kadang butuh kau larang ini-itu. Aku adalah makhluk paling penuh paradoks, larang aku maka aku akan merasa disanjung. Cemburui aku maka ku kan merasa diperjuangkan. Marahi aku dengan konyol, maka kau akan kuanggap penuh perhatian.

Memperlakukanku tak pernah sebegitu mudah kan?

Kau juga tak akan tahu betapa lapang hatiku kutempatkan untukmu.

Tapi itu dulu.

Kini aku sadar, kau dan cintaku harus kuberangus dalam-dalam.

Kalau cinta bisa dipupuk, ia juga bisa diberangus kan?

Yeah, mengapa tidak?

Akan kutegakkan dahuku tinggi-tinggi.

Telah berani kini kuhadapi hati.

Kuputuskan, memberangus cinta yang sempat begitu kuyakini.

Sebab mungkin bukan kamu yang mampu menjinakkan ego liarku.

Yeah, mungkin bukan kamu.

Ini saat kuraih ulurannya, yang lama menanti di ujung sana.

Kuberangus cintaku, kini. Dan aku tak akan pernah ragu.

 

Selamat berkelana mencari cinta baru.

Kau akan lelah dan  menyesal melepas wanita sekualitasku.

Dari dulu saya menggunakan kata ganti Aku-Kamu dalam berbicara. Mungkin karena saya tinggal di Jogja yaa..yg ke Aku-Kamu annya kental. Sapaan Gue-Lo hanya saya dengar lewat televisi, jarang sekali masuk di telinga.

Masuk kuliah ini barulah sapaan Gue-Lo mencuat. Bertemu orang dari latar belakang yang berbeda, sapaan Gue-Lo makin akrab di telinga. Banyak kawan saya yang menggunakan Gue-Lo beralasan, Gue-Lo itu sapaan universal, untuk orang yang tidak sebegitu dekat dengan kita. Aku-Kamu hanya digunakan  untuk orang-orang yang punya “pangkat” misal keluarga, atau pacar.

Awalnya saya terkikik saja mendengar penjelasan ini. “Pangkat” seseorang di hidup kita kan ditentukan lewat perlakuan terhadapnya toh, bukan sapaan semata?

 

Tapi hari ini, semua argumen saya runtuh sesaat.

 

Saya tetap jengah mendengarnya berucap “Lo” dan membahasakan dirinya “Gue”.

Tetap gemas saat membayangkan “aku” dia ucapkan ke orang lain.

Tersenyum dikulum, saat pesan singkatnya diakhiri imbuhan – mu.

 

Hari ini Aku-Kamu dan Gue-Lo menjadi signifikan :)

Yeeiiyyy akhirnya hari ini UTS selesai. Haha apa kabar ya nilai saya semester ini? Sepertinya semester ini kebanyakan hore-hore nih saya. Well well paling nggak satu agenda sudah selesai. check, done!

 

Tapi bukan UTS yang pengen saya ceritakan. Melainkan pertemuan saya dengan Simbah alias Tya atau Dea Siti Hafsha sahabat saya dari playgroup (iya, beneran playgroup) yang udah bebrapa bulan ini gak ketemu. Kangen banget saya sama si Simbah. Hmm akhirnya karena sms dadakan mengabarkan ponsel saya hilang padanya akhirnya dicapai janji dadakan untuk makan siang. Awalnya si Ussy, sahabat saya lainnya juga pengen gabung tapi kewajiban praktikum terpaksa membatalkan keinginan kami super-superan bertiga. Next time ya Ussy deaar :)

 

Awalnya saya dan Tya mau nonton. Tapi keterbatasan waktu memaksa kami untuk memilih agenda lain. Terdorong perut lapar akhirnya saya dan Tya memutuskan untuk makan siang saja. Tapi dasar kebiasaan saya sama si Cimby, pasti kalau berdua mau makan bingung memutuskan tempat. Sempat puter-puter sampe arah tugu, akhirnya kami memutuskan untuk menyusuri Jalan Kaliurang demi mencari sepiring makan siang. Niat sudah bulat akan ke extra hot, tapi di tengah jalan tiba-tiba saya teringat rekomendasi restoran India dari Mbak Ayu 2005. Yup, Sanggam House. Restoran India di Gang Pandega Siwi, dekat Pom Bensin Jakal. Mumpung sedang bersama pengelana kuliner semacam Tya ya hajar saja lahh..haha.

 

Dan DUA JEMPOL untuk tempatnya. Sanggam House cozzy sekali untuk tempat ngobrol. Harganya juga worth it lah, mahal tapi sepadan dengan kenyang yang juga nampol. Saya makan kari ayam pedas plus dua roti parata sementara Tya memilih kari ayam kurma, roti parata, dan roti naan. Nyamnyam, makan siang besar deh.

 

Selain memu yang asyik, pembicaraan kami juga cukup membuat hari saya kembali cerah. Mulai dari update gosip siapa saja teman SMA kami yang putus, haha. Jahat yaa?

Juga soal kehidupan perkampusan masing-masing, mengeluh ingin membelah diri, masalah keluarga, dan masalah asmara juga tentunya. DUA JEMPOL juga untuk perbincangan kita ya Mbaah :)

 

Sanggam House + Your Bestie = PERFECT.

 

Well update yang lain besok saya mulai LK HMI. Tapi kayaknya gak bisa full karena ngejar proyek EPI. Degg..semoga proyek EPI lancar ya Allah, amiin. Daftar agenda saya juga mulai bertambah. Tanggal 30 November ini LSG akan berubah jadi Institut, PR besar untuk mengadakan seminar Internasional dalam rangka launching. Wah November membuat saya ingin membelah diri deh, hehe.

 

Cukup sepertinya update kali ini. Saya mau mandi, lalu menyelesaikan kerjaan ini itu malam ini. Semangat juga ya semuanyaaa

 

Cheers!

WOW a big WOW!

Wow i should say WOW??

Damn, i think my feeling is right.

We are planning to go to the same conference. Oh Gosh, cant I just stay AWAY from him for a while? Just dont wanna haunted by his posture anymore. Its thrilling me, somehow…

But the silver line is..i should do my best to perform well. Its a BIG no to show your un-capability in front of your ex. You should upgrade ur self after broke up, hihi. This is my own rule, anyway…

 

Well, beside that “conference” thing I just find new habit. To counting down the day together, before he left.

We decide to have a midnite call every night.It  sounds cute to hear his sleepy voice.

The days does coming faster, but everything seems much better now.

 

Guilty Feeling

Well, i have a very simple question: “Can I love 2 guys in a time?”

Do I look like player when I pop this quest? Yeah, u might true. Like Sasya said, “You are jerk”.

Yes, I did. I really did.

 

I feel so bad during this week. My heart and mind cant work synchronously. Have you ever feel like you are make fun on someone’s feeling? It seems like you are just being meant.

I give him sign(s), send him clue(s). Maybe he conclude that I will say YES. But my heart put a big NO in its door. Damn! This guilty feeling will killing me!

 

Everything just seems surreal for me. Twenty six days more, he’ll leaving. Gotta be separated in four YEARS. Oh Gosh, is that rational if I say yes and build long distance commitment? How about trust and boring-damn-thing. I hate to be failed. I dont wannna be failed anymore!

Meanwhile, this stupid feeling keep haunt on me. I hate to say that I can’t forget him, still. I miss my glass of tea so bad!

 

“..teh selalu membuatku ingat kamu. Kamu yang hitam. Kamu yang manis dan pahit sekaligus. Kamu yang menenangkan. Kamu yang memberi semangat. Kamu yang hangat. Kamu yang menemaniku mengawali hari. Mungkin bukan hanya teh. Setiap hal selalu saja bisa kukaitkan denganmu”

 

Damn, i feel bad!

Random Again

Badluck!

X 700 saya akhirnya raib sudah. Ia dicuri orang saat saya mengantar si Eyang berangkat haji tadi pagi. Huhu, bye ponsel setia 2 tahun belakangaan..semoga pencurinya gak bisa jual kamu mahal-mahal yaa. Gonna miss u dear :)

 

Yang kepikir kemudian : “mampus, semua nomer project deket-deket ini di situ semuaa”. Matimatimati!

 

Well, selain ke-bad luck an hape hari ini saya nyetir ke luar kota untuk kedua kali. Yup yup, saya bawa si Blepi sendiri dari Purbalingga sampai Jogja. Pegel pegel deh kaki, tapi senang. Akhirnya bisa juga ditasbihkan sebagai pemegang SIM A yang bisa nyetir antar kota.

 

Haha sepertinya bakal random lagi tulisan ini. Hmm anyway, saya barusan dapet LOA dari NTU. Besok mau mencoba mengurus ke Kerjasama *crossing finger*. Ya Allah, semoga dimudahkan..

Ngomong soal NTU, jadi inget calon. H-27 menjelang keberangkatannya. Everything seems sureal for now. Saya jadi agak-agak merasa berdosa. Dan semalam di Purbalingga, saya mimpi dia lagi. Orang yang tidak seharusnya saya impikan. Yang seharusnya saya benci. But I just cant…

 

Ahh sudahlah, semoga mimpi itu cuma sebatas bunga tidur saja.

Cant wait for tomorrow ppl! Harapannya semoga cepat dapat HP baru. haha

 

Cheers!

Denging knalpot motor.

Navigasi menyeberang jalan.

Perintah menginjak pedal.

Tawa lepas dan tatapan mata.

Cemburu dan panas di dada

 

Somehow, i miss you…

H-30

30 x 2 = 2

 

“Days are coming too fast
That you are almost leaving
The truth just slam in front of me
You are packed already
Thirty days more..”

 

UTS Hari Pertama

UTS hari pertama : NEGOSIASI dan RESOLUSI KONFLIK

Sudah cukup pede dengan membaca Pruit dan Carnevalle, Negotiation in Social Conflicts.

“Pasti bisa lah”, begitu gumam saya dalam hati

Saat masuk ke kelas :

Hanya 3 soal. Tipe kuis.

  1. Sebutkan 5 konsep penting dalam pembuatan konsesi ( ” hah? yang mana ini)
  2. Sebutkan konsep yang terkait dengan strategi (” ini yang harassment bla bla atau problem solving bla bla ya?”)
  3. Kategorikan konsep-konsep di bawah ini (aduh good guy-bad guy routine? fixed pie assumption-expanding pie?)

Hasilnya saya KEBALIK-BALIK! Sedihhh :(

Harus membenahi pemahaman konseptual.

Dan yang terpenting:

  1. Jangan kepedean sebelum masuk kelas
  2. Jangan main fb waktu belajar
  3. Jangan lupa baca Al-Fatihah

Tomorrow is another mid term day. Polpem AS menanti, wish me luck!

Wake Up, Mooon

Saya masih juga ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja.

Padahal si calon di depan mata, cih!

Older Posts »