Semestinya diciptakan frasa baru bagi pejuang jarak yang harus mengakrabi perpisahan berkali-kali. Sedih sudah tidak cukup menjelaskan kesabaran yang mesti dibentuk setiap kali tanggal keberangkatan mendekat. Cemas dan malas kesepian sudah tidak lagi adil untuk membuat orang paham bagaimana perasaan di hari-hari pertama kalian tidak lagi menginjak tanah yang sama. Saat sentuhannya masih tersisa, sementara otakmu tahu kalian baru bisa bertemu beberapa pekan setelahnya.

Semestinya diciptakan frasa baru bagi orang yang rela melambatkan waktu demi mendukung pekerjaan pasangan. Urusan renovasi hingga obrolan soal souvenir tidak lagi jadi bahan pembicaraan selama sebulan kedepan. Hidup di reset sepenuhnya ke dalam mode kerja. Kalian berubah jadi manusia sipil yang hidup dengan otak a la militer. Bangun, menyapa, bekerja, menyapa, tidur. Begitu saja isinya. Tapi kalian tetap berusaha bahagia.

Semestinya diciptakan frasa baru bagi rasa yang tumbuh makin kuat bukan karena pertemuan — tapi malah karena keadaan. Bagaimana mengatur ritme cinta yang mesti terus tumbuh meski tanpa saling bertatap muka. Awet, meant to be? Sepertinya tidak pas secara arti. Tapi KBBI bahkan Oxord Dictionary hanya menyediakan ini.

Mungkin harus dicari frasa yang tercipta dari singkatan semua nama pejuang jarak di dunia. Atau kita mesti depth interview pelaku cinta yang jarang bertatap muka, kemudian menyarikan frasa paling pas dari sana.

 

Sementara para linguist mencarinya, sebelum hari keberangkatanmu aku hanya bisa bilang “Hati-hati ya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s