Dear Nak

Nak, Ibu hanya ingin memastikan jika kelak kamu membaca ini kamu akan benar-benar mengerti apa yang sudah terlewati demi memperjuangkanmu di sisi. Saat ini Ibu belum bisa menjanjikan banyak hal seperti hidup yang nyaman sampai dana pendidikan yang tersimpan rapi. Ibu masih berjuang memastikan semua yang kamu butuhkan akan ada saat kamu datang nanti.

Nak,

sepertinya kamu akan datang lewat cara yang tidak biasa. Seperti banyak hal yang Ibu jalani tiap harinya. Mungkin Tuhan terlalu suka bercanda pada kita, Nak. Banyak sekali plot twist-nya. Semoga kamu pun percaya jika semua kelok yang Tuhan beri adalah bukti Dia cinta.

Bisa jadi kamu datang dari hasil pelukan panjang Bapak dan Ibu di akhir hari. Atau malah kamu datang ketika sudah mampu menapakkan kaki. Masuk ke rumah, disambut tatapan cemas Bapak dan Ibu yang lama menunggu kamu datang demi menggenapkan kami. Hari berjalan, semua aktivitas terlakoni — tapi kami selalu tahu ada ruang untukmu di sini.

Saat kamu datang nanti Ibu berharap bisa menyediakan apapun yang kamu butuhkan. Bukan cuma soal botol susu dan berpak-pak pampers tiap bulan. Ibu lebih berharap bisa punya waktu untuk membacakan buku-buku Pram bahkan sebelum kamu bisa membaca. Walau belum paham artiya Ibu ingin kamu tumbuh jadi manusia yang sudah bertingkah adil semenjak kecil dari dalam pikirannya. Ibu berharap bisa menyediakan ruang untukmu didengar tanpa terganggu urusan kerja. Semoga Ibu dan Bapak bisa menjawab pertanyaan dan menanggapi celotehanmu tanpa disela memelototi gadget demi tuntutan profesional manusia dewasa.

Nak, sebelum kamu benar-benar datang tolong maafkan Ibu yang mungkin terlalu egois tak ingin mengandungmu dalam rahim Ibu. Maafkan Bapak yang merasa perhitungan rasionalnya berujung pada kesimpulan kami tak seharusnya mengusahakanmu. Ini bisa terdengar absurd, namun semua kecemasan dan perhitungan ala manusia itu kami lakukan sebab kami benar-benar mencitaimu. Bahkan semenjak kita belum pernah bertemu.

Dear Nak kesayanganku,

datanglah dengan caramu sendiri. Masuklah ke dalam hidup kami lewat langkah yang kau tentukan bersama Sang Maha Pemberi. Waktu kau datang ketika Ibu masih sibuk sekali sementara Bapak sering tidak ada di sisi, akan Ibu pastikan kau ada di tangan ternyaman yang semesta bisa beri. Saat kau datang ketika Ibu dan Bapak tak bisa seleluasa dulu mengajakmu bermain ke sana kemari, mohon maklumi. Akan kami usahakan kau mendapat keceriaan yang sama seperti yang anak-anak lain jalani. Ibu tidak bisa menjanjikan hidup yang sempurna. Ibu dan Bapak hanya bisa berjanji bahwa kami akan berusaha.

Sampai nanti kita bertemu, Nak. Biarkan kini Bapak dan Ibu membenahi hidup dulu. Ketahuilah ada kamu yang selalu jadi alasan kami membuka mata lebih lama demi menuntaskan urusan kerja. Ada kamu dalam setiap pertengkaran dan doa.

 

Sun sayang. Semoga di saat yang tepat kamu datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s