Ulir-ulir halus di bibirmu

sebentar. Aku menepi

sebelum datang tabuh waktu.

 

Ruang kecil antara punggung telinga dan lehermu

tunggu. Sejenak

dia layak disapu.

 

Gerak terbalik dari pergelangan

sampai lengan atasmu.

Di situ

ada bunyi “Tik-tik”

sepanjang malam mampir ke lehermu.

 

Orang bilang aku selesai

berhenti.

Tapi apa yang diakhiri?

Jika tiap hari kau bisa dijelajahi.

2 thoughts on “Berhenti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s