Half of The World Away

Hati saya selalu sedikit patah setiap kamu bilang di sana sedang sibuk sekali. Cuaca panas. Belum hujan. Jatah shift malam sebentar lagi datang.

Perih rasanya membayangkanmu yang baru bisa tidur jam 8 pagi. Lalu harus bangun di siang hari karena klien datang, ada meeting untuk membicarakan rencana pengeboran sumur berikutnya. Kamu bercerita dengan tertawa. Saya bercanda, kalau begitu lain kali setiap bertugas kamu bawa saya saja. Agar ada yang bisa dipeluk, ada yang mengusap saat dingin.

“Wah kalau bawa kamu mending ke tempat yang romantis lah. Di sini under pressure.”

Terima kasih untuk usaha tetap menghubungi meski tuntutan klien sedang berat-beratnya. Atas tiap permohonan maaf karena merasa tidak bisa menanggapi cerita antusias dengan semestinya. Kamu selalu menyisihkan waktu bercerita di akhir hari. Walau sedang ada mud losses (what is this?) yang harus dihitung tiap 30 menit sekali.

Bersamamu jelas saya harus menahan rindu berhari-hari. Namun sampai saat ini, meski sedang di tengah laut, kamu tak pernah membuat saya merasa sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s