Lalu Setelah Ini Apa?

Pertanyaan ini memenuhi kepala saya belakangan. Ada kewajiban yang (hampir) dituntaskan. Ada pintu-pintu kesempatan yang alhamdulillah dan semoga terbuka — tapi setelah ini apa?

Jika ditanya apa yang paling ingin dilakukan — sesungguhnya jawabannya adalah menulis. Sedari SD sampai SMA kolom cita-cita di buku kenangan selalu berisi impian profesi yang sama. Sesungguhnya saya hanya ingin duduk di meja kerja setiap hari, mengungkapkan apa yang ada di pikiran dengan kata-kata yang jauh lebih apik, kemudian membagikannya pada lebih banyak orang.

Saat ini sesungguhnya Tuhan sudah menempatkan saya di track yang tampaknya benar. Jika bertahan bukan tidak mungkin ini akan jadi besar. Tapi sesekali ada ketakutan yang tak bisa dijelaskan — bagaimanapun ini perusahaan rintisan. Ketiadaan mentor membuat kami harus jadi pembelajar, keterbatasan pun memaksa untuk banyak bersabar. Bertahan di sini sama dengan mengembangkan perusahaan, perlahan membangun nama, namun bagaimana dengan pengembangan pribadi yang juga perlu diperhatikan?

Selain itu ada juga keinginan lain yang mulai terasa mendesak naik ke dada. Barangkali tidak dalam waktu sekejap mata bisa diwujudkan, tapi jelas harus ada kompromi dan persiapan jika ingin menuju ke sana.

Setelah ini apa? Ah, Tuhan. Semoga Kau berikan jalan yang paling baik menurutMu. Hamba manut, ndherek Gusti.

4 thoughts on “Lalu Setelah Ini Apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s