Atas nama harapan yang digantungkan demi masa depan. Untuk usaha mengurai benai kusut yang akhirnya dilakukan, setelah sebuah pengakuan. Untuk kebaikan, apapun nanti hasilnya. Apapun nanti jawabannya. Untuk air mata yang makin jarang berkunjung, namun sebenarnya tetap membludak di bendungan — mempersiapkan air bah besar. Jika tidak dihentikan.

Atas nama ketidakberdayaan. Atas nama keinginan membahagiakan orang-orang tersayang. Untuk kegagalan, untuk pencarian keinginan berjuang dan bangkit yang hilang entah ke mana. Saya rindu kembali menjadi orang yang sama.

Saya pernah mengambil pilihan keliru dalam hidup, saya pernah membiarkan orang yang keliru masuk dalam hidup. Barangkali orang yang sama ini hanya terlalu tinggi hati mengakui tetek-bengek perasaan melibasnya. Sampai ke pecahan terkecil.

Im gonna see the professional again next Tuesday, accepting that my feeling jar ain’t huge enough to contain everything I feel. I do hope this is the last time, that this attempt will lead into something. Something good🙂 Amen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s