On Not Being Judgmental

Tulisan ini mengajarkan semua nilai yang sebenarnya sudah saya tulis sendiri. Selepas artikel ini naik dan di post ke Facebook Page (seperti sudah diduga sebelumnya) berbagai komentar pun berdatangan. Tentu banyak yang kontra. Sebab merasa kami sebagai media, pun saya sebagai pribadi, mendukung hubungan sesama jenis. Duh Mas, Mbak pembaca tersayang maksudnya tuh bukan itu lho ya. Gemes deh ih, sini sun dulu.

Ada yang komen sembari mengatai dan membawa nama binatang, ada yang bilang saya antek JIL dan Ulil (FYI, saya tidak sepaham dengan Ulil. Pun tidak percaya Islam harus dikotakkan jadi liberal atau non liberal), ada yang bilang penulisnya tak punya otak, ada juga yang selow dan paham apa maksud artikelnya.

Yeah, bukankah setiap karya memang tidak didesain untuk menyenangkan semua orang? Bahkan karya Pram dan Murakami pun masih menyisakan ruang untuk pertanyaan dan perdebatan.

Sempat ada rasa kesal di hati. Sebab bombardir tudingan itu bermunculan. Dari orang yang bahkan belum pernah melihat saya secara langsung. Out of topic pula, sedih gak sih?

Ini penulisnya pasti gak beragama, nih!”

“Jilbabnya gaul sih. Bukan syar’i. Dia pakai jilbab karena pengen aja, bukan karena agamanya.” (You don’t know what I’ve been through dude.)

“Anda menyebarkan nilai gay dan homo. Saya laporkan ke Kominfo.” (Mas, gay dan homo itu bukan nilai. Kominfo juga sibuk ih, jangan direpotin.”

I wonder why ppl are easily getting so tense kalau yang nulis pakai jilbab, nulis di artikel yang ada gambar dua cowok gandengan, kemudian menyimpulkan jika saya mendukung hubungan sesama jenis. Well, saya punya beberapa teman dekat yang preferensi seksualnya memang ke sesama jenis. Tapi monggo tanyakan ke mereka apakah saya mendukung tanpa mengingatkan dan memberi opsi.

Ah, tapi memang lebih mudah ya menilai orang? Lebih gampang jika kita skip semua pertimbangan rasional lalu langsung lari ke kesimpulan?

Kesal, jelas. Bahkan sempat terpikir untuk membuat tulisan sembari mencantumkan screen capture komen-komen yang agak ajaib. Tapi kok kesannya reaktif dan kurang dewasa ya? Kenapa juga buang tenaga untuk sesuatu yang bisa jadi bahan bully-an selanjutnya?

Kesadaran bahwa tidak penting mengomentari orang-orang yang menganggap kita hanya binari data itu makin kuat saat kendaraan saya sampai di perempatan selokan yang sempit. Di jalan tikungan terakhir menuju rumah. Ada eyang-eyang yang sedang menuntun sepeda. Otomatis saya menaikkan rem tangan, menunggu sampai beliau keluar dari jembatan yang menghubungkan jalur komplek dan selokan.

“Monggo, inggih…”, ucap beliau sambil tersenyum saat saya membuka jendela.

Dan di situlah saya sadar bahwa orang boleh berkomentar apa saja, menilai apa saja, tapi di sinilah sebenar-benarnya saya sebagai manusia.

Argumen dari orang yang cuma melihat nama depan dan nama belakang saya akan invalid jika saya terus konsisten menyapa tetangga kanan-kiri setiap melintas di depan rumah mereka.

Tudingan pakai jilbab karena ikut trend saja juga akan menguap ke udara jika perjalanan yang sudah lalu mengubah saya jadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

Barangkali Tuhan sedang ingin memberi saya field trip langsung, fast track program — tentang pentingnya tidak lagi judgmental terhadap urusan dan kepribadian orang. Terlebih mereka yang hanya kita kenal lewat profile picture dan kicauan yang dipilih dibagikannya saja.

Haters are gonna hate, thou. Tugas kita hanya berusaha jadi manusia yang lebih baik. Demi orang-orang yang mengenal kita di kehidupan nyata.

Sisanya?

Yaelah Bro, sini minum es teh dulu biar adem.

P.S: Cyber bullying survivors, you are rawk! 

One thought on “On Not Being Judgmental

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s