Ditemani Nunca

Jengah tetap menguar ke udara.

Dua bola hitam itu masih juga belum nyaman dilihat lama-lama.

Sentuhan ringan di pinggang masih menyisakan air mata setelahnya.

Barangkali karena hujan.

Mungkin juga hanya terlalu terbawa perasaan.

Tapi terima kasih sudah berani dan bertahan. Terima kasih telah mengalahkan ketakutan. Kamu boleh tak lagi utuh, tapi malam ini kau membanggakan.

Aku mencintaimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s