Gara-Gara Panic at The Disco

Seperti orang mati rasa belakangan. Pulang, tidur 2-3 jam, bangun menghadap latop, mengeluarkan tulisan, beranjak ke mobil, berangkat. Sudah.

Di tengah waktu “jaga kandang” siang ini, tiba-tiba lagu ini terputar di aplikasi pemutar musik. Saya tersenyum. Familiar sekali rasanya. Dan, membebaskan. Otak pun jadi lebih lancar berselancar di atas keyboard demi menuliskan pikiran yang berkecamuk di kepala, menuntut minta segera dikeluarkan.

Tentu saja saya ingat bagaimana tampangmu waktu menirukan lagu ini. Betapa kita sempat memuji bagusnya badan mas-mas PaD yang hingga kini namanya tetap tak saya tahu. Mengingatmu memang membuat rindu. Tapi mengkhidmati rindu ternyata jauh lebih baik dibanding berusaha menghapusmu dari jejak kehidupan. Seperti yang dengan jumawa saya lakukan beberapa saat ke belakang.

Menerima kenyataan memang tidak mudah. Berbahagia atas kebahagiaanmu juga tidak bisa dilakukan tanpa payah. Namun menghapusmu, menutup segala akses informasi dari dan padamu juga tidak membantu memperbaiki keadaan. Yang ada, saya justru jadi orang linglung yang kerap merasa hilang arah.

Legowo, nduk. Legowo. 

Perjuangan ini bukan lagi tentang kamu atau mengalahkan siapapun demi memenangkan hatimu. Tidak. Ini tentang saya, tentang bagaimana saya bisa menerima kenyataan.

Tentang bagaimana saya harus meletakkanmu dalam kompartemen “lalu” tanpa harus sering melongokkan kepala lagi ke dalamnya. Saya tidak lagi peduli padamu. Hehe, bohong ding. Saya masih sangat peduli padamu. Hanya saja, kini saya tahu bahwa peduli tidak harus diungkapkan lewat kata-kata ataupun temu.

Saya yang sekarang memang saya yang kalah saing, merasa tidak punya hal yang membuat saya bisa dicintai, banyak menyakiti, dan sedang tidak percaya kalau saya bisa jatuh cinta sedalam itu lagi. Pahit ya?

Tapi, saya yang dipenuhi kepahitan ini juga pribadi yang sama yang sedang belajar untuk jadi orang lebih baik, lebih ikhlas, lebih bermanfaat, lebih bahagia — tanpa atau dengan ada pasangan yang mendampingi.

Kepahitan ini akan jadi manis nanti. Pada masanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s