Anehnya, Hidup Terus Berjalan

Aneh. Beberapa bulan lalu saya kira hari ini akan berat sekali dijalani. Dulu saya berpikir, akan terjaga sampai pukul 12 malam. Kemudian mengirim pesan singkat sepanjang cerpen. Saya juga sempat khawatir akan sedih dan mellow sampai menangis semalaman.

Tapi anehnya, tidak. Semalam memang sempat terpikir akan menunggu sampai jam 12 malam. Mengirim ucapan tepat di pergantian hari. Namun nyatanya saya malah sibuk memikirkan artikel yang tiris, menulis sebentar, kemudian menonton film lama sampai jatuh tertidur dengan laptop menyala.

Jam 06.30 pagi barulah pesan singkat terkirim. Ia tidak sepanjang cerpen. Bahkan tidak menghabiskan 1 jatah SMS maksimal. Hanya 3 kalimat yang saya kirim, rasanya cukup. Aneh. Orang yang dulu bisa diajak bicara apa saja kini membuat saya bingung memutuskan harus berkata apa.

Balasanmu baru terbaca beberapa jam setelahnya. Sempat bimbang, apakah akan kembali kubalas atau tidak. Akhirnya kuputuskan jujur, membalasnya sesuai apa yang aku rasakan. Balasan darimu tak lagi datang. Dan anehnya, sampai saat ini aku merasa biasa saja.

Barangkali hidup memang benar-benar sudah berjalan. Meninggalkan kita yang dulu jauh di belakang. Terkadang aku masih rindu kamu sepulang kerja. Tapi kini otakku lebih penuh dengan judul artikel dan trik mengeditnya. Sampai hari ini aku masih takut lewat UGM, takut ke Loving Hut, bahkan belum kuat ke Tumidjan dan Uda Asdi. Tapi rasa takut itu sering terlupakan, karena kini aku lebih fokus pada upaya mengembangkan ide dan memikirkan kenapa ada rekan satu tim yang ritme kerjanya melambat.

Terkadang aku berharap bisa menemukanmu di akhir hari setelah aktivitas yang panjang. Tapi tak jarang aku juga hanya ingin bisa tidur sebelum jam 11 malam.

Kamu masih disini. Belum terganti. Tapi tanpamu pun, aku kuat menjalani hidup sendiri. Dan kurasa kamu juga tak lagi merasa butuh aku ada di sisi. Anehnya lagi, kenyataan bahwa kamu memang tak sendiri tidak membuatku remuk sampai tak punya hati.

Aku masih merindukanmu. Tapi hariku tetap dimulai pukul 9 tiap paginya. Tim-ku tetap menanti untuk menghasilkan karya. Hidup berjalan. Dengan atau tanpa ada kamu di sisiku.

Kurasa, begitu pula yang terjadi padamu.

Kuharap suatu hari kelak kita bisa kembali dipertemukan di waktu yang paling tepat. Kuharap aku akan bisa menempatkanmu setara dengan Eros, Edo, Inyong, Hafidh dan Suke. Bisa gojeg kere, curhat sampai pagi, tanpa harus melibatkan hati. Bagaimanapun, kamu adalah bagian penting dalam hidupku yang pernah turut mengembangkanku hingga hari ini.

Sampai hari itu datang, kita memang hanya butuh terus berjalan. Dan aku yakin, kita pasti baik-baik saja.

Selamat tanggal 5. Selamat 24. Semoga hanya hal-hal baik yang terjadi dalam hidupmu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s