Untukmu yang Kini Asing

Aneh rasanya. Menjalani hari tanpa mendengar kabarmu sama sekali. Kalau tak salah hitung ini sudah masuk bulan kelima sejak hari terakhir kita saling menatap mata.

Apa kabarmu? Baik-baikkah? Bertambah gemuk kah dirimu? Bagaimana rutinitasmu sekarang? Lucu ya, kau yang dulu jadi bagian terdekat dari hidupku kini bisa hilang. Tak ada lagi kabar dan gaungnya.

Hey, ternyata kita bisa berjalan sendiri-sendiri. Pernahkah kamu berpikir kenapa tidak dari dulu saja kita lakukan ini? Akankah ini terasa lebih mudah?

Aku menulis ini karena rindu. Beberapa pekan belakangan terus teringat kamu. Kenangan kita terasa sudah terlalu jauh tertinggal di belakang untuk kembali ditengok. Namun selenting perasaan yang ditimbulkan dari hal-hal kecil yang kerap kita lakukan bersama belum juga hilang.

Sekarang tiap hari aku bekerja. Mengembangkan ide dan menggodok cerita. Sering pulang malam, akhir pekan pun tak jarang masih kerja. Teman-teman kantorku menyenangkan. Kami sering bertukar kelakar. Kesibukan menyelamatkanku dari kesedihan, setelah berbaring di tempat tidur kamu baru muncul di ingatan.

Sudah. Itu saja. Aneh rasanya bercerita padamu yang kini terasa asing. Kamu baik-baik ya, jaga diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s