Hujan Pertama Tanpa Kamu

Hujan pertama tanpa kamu

hidup ternyata terus melaju

padahal biasanya kita seperti dua siput jadi satu.

 

Disini aku bekerja

kau disana juga kuyakin baik saja.

 

Hujan pertama tanpa kamu

aku rindu, hanya kini pelukmu

tak lagi jadi candu.

 

Kasihan, 2014.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s