Pada Akhirnya

Dan pada akhirnya, yang tertakdirkan tak akan pernah ingkar janji. Ia selalu menemukan jalannya untuk mengurai benang kusut yang nampak tak mungkin terhindari. Dia, mendengar kata hati mereka yang mengasihi. Dia, tak pernah ingin kita terjerumus dalam kubangan sakit dan dosa tanpa henti.

Aku pergi. Kau, kumohon jangan kembali lagi. Barangkali kita hanya ditakdirkan saling jatuh hati. Tanpa harus saling mendampingi. Maafkan aku atas semua kesalahan yang kujamin 100% akan terus kau benci. Terima kasih sudah pernah ada disini. Terima kasih atas hari-hari yang kau bagi. Kita, cukup. Tamat sampai titik ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s