Bejana

Dewi Sri,
perlukah aku melapor padamu?
bahwa kini kuasa akan air ada di tanganku.

Sawah-sawah itu kembung
pipi taman kota gembung
banjir meluap hingga trotoar.

Hanya bejana miliknya
sedikit saja tak ada jejak airnya
kering kerontang
padahal saban hari kusambangi
berkelimpahan ia harusnya
mengalir atau ditumpah?
Aku tak berani menunjuk arah.

Dewi Sri,
pernahkah kau merasa gagal
saat ada ladang yang tertakdirkan
untuk tak pernah bisa kau suburkan?

 

Jogja, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s