Musim Semi Tak Pernah Datang Lagi

(entah kau atau aku yang mulai mempercundangi musim)

Mata ini pernah jadi saksi bagaimana bunga keluar dari tempat persembunyiannya
bersolek genit mengumbar kelopak satu-persatu
atau mari kita bicara soal daun di depan jendela kamarmu
kulihat ia mulai kuning, coklat, meranggas hingga kuncup hijau menyembul.

Terjebak warna-warni memukau
kau dan aku tak hirau
kita tak lebih tahanan, sesaat dipelihara negara
hingga tiba saatnya dilepas menghadapi kenyataan.

Musim semi kini tak pernah datang lagi
batang kering pun daun gugur jadi pemandangan sehari-hari
barangkali aku yang mengusirnya pergi
atau ia yang enggan menyambangi .

Musim semi nampaknya tak akan pernah mampir kembali
hidupku setara dengan mahfum
ia hanya akan datang sekali
selanjutnya, hanya ada panas dan dingin yang memekakkan remang di dahi.

(kau masih menyimpan banyak semi, aku berhenti)

Terinspirasi dari “Another Love”, Tom Odell.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s