Kerangkeng

Aku menujumu
derit rantai memekak
kalung kencang di tekak
langkahku memelan satu-satu.

Aku ingin mengenakanmu
selayak patut baju baru
pipimu memerah
berpaling resah
kutahu kau bukan malu, tapi tak mau.

Pada genggam bau logam
sisa noda karat di telapak tangan
aku terjerat
pada kesementaraan yang kita ciptakan
sudah lekat, pekat — tak ayal kuterpenjara
bahagia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s