Maaf Dalam Dua Purnama

Perlu dua purnama, demi maaf yang makin matang rasanya

aku tidak suka!
kamu tidak mau mengerti aku!
kesalahan ini lagi?
tidak tahukah kamu betapa aku sudah mencoba?

Ada nilai yang begitu naif dihitung
demi siapa yang paling berhak marah
demi yang paling pantas menyesal.

Sekian ratus hari sebelum perpisahan yang kita amini bersama
maaf menjelma
jadi tak terlalu sakit rupanya
ia tak lagi menyengat
seperti air hangat mengguyur badan setelah bekerja lama.

Maafkan aku
tak semua salahmu
apa yang kau tak suka?
aku mendengarkanmu, tapi ada yang tak bisa kuubah
maafkan aku juga
aku selalu menunggumu bercerita.

Belajar maaf saja kita perlu dua purnama
coba kita lihat nanti berapa lama kita belajar lupa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s