Bahagia Minus Bunga

(Untukmu yang sering merasa membuatku sedih.)

Tahukah kamu aku hampir terjengkang menahan tawa saat kau bilang kau sudah terbiasa melihatku sedikit sedih? Aku tidak sesering itu sedih saat bersamamu, Sayang. Sesekali aku cemberut dan menggerutu karena tak pandai membahasakan suara di otakku.

Sisanya, aku bahagia bersamamu.

Saat hari semakin datar dan biasa. Waktu kita bisa duduk tanpa bicara. Kamu sibuk memencet layar datar, aku bingung merombak tulisan. Sesekali diantara kita ada kudapan. Terkadang banyak juga gelegar kemarahan, cemburu dan keingin tahuan. Ada masa yang tak disuka dibawa ke cakap empat mata, tak kurang juga ia termaafkan; ditebus lewat perlakuan manis tanpa suara.

Disitu, aku bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s