Titik Keikhlasan

Kata-kata sudah terlalu tua. Pun rasa. Ia berjingkat diantara batas cinta, sahabat, dan keluarga. Kusekat, ia melompat. Kau tutup, ia meletup. Kuabaikan, ia melawan. Kau lupa, ia ada.

Sepertiga malam, dadaku kosong kehilangan. Matahari di atas kepala, aku kuat seperti tak butuh sandaran. Senja menyambut mata, kerap kurindu sore sederhana. Kutepis awan asa, tak pantas perilaku itu dilakukan wanita. Malam menggerayang, pikiranku melayang.

Hingga sepertiga malam. Dadaku sesak kehilangan. Mataku penuh air kerinduan. Doa menguatkan. Doa menjangkaumu tanpa sentuhan.

Kita sama-sama tahu, kelakar lebih menyenangkan dibanding perbincangan soal perasaan. Mungkin Tuhan sedang menempatkan kita dalam leluconNya. Dua orang yang tidak ditakdirkan bersisian, diberi kesempatan mendampingi hingga garis akhir kedewasaan. Kamu kulepaskan. Dalam bentuk lain, kau dikirim Tuhan. Lupa bukan perkara sederhana, kuminta Tuhan memberiku ikhlas saja.

Kita terlampau berbeda untuk jadi satu. Namun kebaikan, sungguh kuharap akan datang padamu. Aku berharap kau lulus. Tasbih jadi pria. Mengantongi perbekalan cukup untuk menghadapi dunia diluar sana. Lalu kamu akan tumbuh jadi pria yang lebih tangguh. Paham kapan harus mengganti oli motor, lenganmu terampil mengganti tabung gas. Kemudian kau akan bertemu wanita yang menggenapkanmu. Dia yang mampu membahagiakanmu lewat masakan, cekatan membersihkan perkakas rumah kalian. Menyambutmu pulang kerja dengan ciuman takzim di tangan. Di belakangnya, masakan kesukaan dan minuman hangat sudah siap di meja makan. Kuharap kebutuhan kecilmu tak akan pernah terlewatkan. Kalian mengisi kekosongan, berkecukupan.

Maafkan aku yang kadang terlalu naif menanggapi kebahagiaan. Kita sudah semakin dewasa. Saatnya lonceng kesadaran membangunkan. Anakku kelak butuh diadzankan. Betapa Mama akan bahagia melihat menantu wanitanya aktif di pelayanan. Bersama akan menggadaikan banyak kebahagiaan. Inilah, titik keikhlasan.

Pernahkah aku berhenti mencintaimu? Tidak. Kini aku hanya mendoakanmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s