Tuhan, Sayang

Tuhan, yang sempat kuucap dengan berbagai nama. Tuhan, yang sempat kupuja dengan berbagai cara. Tuhan, yang padaNya aku sempat bermain petak umpet. Tak ingin kehilangan, namun terus menghindar karena merasa tak pantas. Tuhan, yang di ujung perjalanan menjadi satu-satunya yang bisa diandalkan. Tuhan, yang dengan sabar membersamai naik turun episode kehidupan. Tuhan, sang Maha Lembut menarikku kembali ke jalanNya nan tenang.

Tuhan, Engkau memberkati hamba sebuah hati yang lapang. Hati yang cintanya berlimpah, hati yang darinya dapat muncul perhatian tak sudah-sudah, hati nan lembut — sekali ia jatuh maka ia akan berjuang penuh peluh. Hati dariMu adalah anugerah, juga ujian yang harus dijalani dengan gagah.

Perkenankan aku selalu melibatkanMu dalam perjalanan hatiku. Sudah pernah kujalani darma wisata hati tanpa campur tanganMu, hasilnya ia meremukkanku. Bolehkah kini aku bercerita panjang lebar padaMu soal porsi? Memohon pembatas dari tindak gegabah yang kadang tak mampu dikontrol diri sendiri. Menitipkan penyerahan diri. Engkau yang membolak-balik hati Tuhan. Engkau yang berkuasa menjaga atau menghilangkan perasaan ini.

Tuhan, kumohon jatuhkan diriku sekeras-kerasnya dulu padaMu. Hingga saat aku jatuh hati pada seorang hambaMu, tubuhku sudah penuh oleh lebam cintaMu.

Tuhan, dekatlah selalu. Aku pernah meremang kehilangan kekasih, tak mau lagi aku hilang dari radar murniMu. Perih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s