#IndonesianNggerusTravelBlogger

Duduk diam dan meratapi kesedihan terkadang membosankan. Bukannya menyelesaikan masalah, ia justru makin memperumit peta otak. Berjalan, jadi pelarian yang ampuh. Dalam tapak-tapak panjang, akan ada teman baru yang datang. Mungkin mereka bisa menggeser pilu. Pada setapak yang sama, saat kita memutuskan tidak bicara, hati akan lebih peka. Ia bersinergi dengan poros lutut, mengirimkan sinyal yang semesta ingin sampaikan. Selama ini ia tergerus kebisingan suara otakmu sendiri.

Banyak perjalanan terbukti menyembuhkan.

Kenapa kita tidak berbagi sisi sedih dari setiap perjalanan? Perjalanan toh tidak selalu diisi dengan senyum lebar, bersenang-senang, foto sana-sini lalu pulang. Ada sisi pilu dari setiap langkahmu. Terkadang kamu hanya tidak mau mengakui itu.

*Terkait mulai selo-nya hidup, maka kali ini saya ingin mencoba mengeksplor kemampuan nggerus dengan menceritakan beberapa destinasi perjalanan. Selamat berjalan, bersedih, dan menyembuhkan diri.

4 thoughts on “#IndonesianNggerusTravelBlogger

  1. Banyak perjalanan terbukti menyembuhkan.

    Sementara buatku yang sedang menanti kepastian “perjalanan ke barat” khawatir bahwa perjalanan tersebut tidak menyembuhkan tapi membawa luka. Either way, that will be my unforgettable traveling. Sekarang ini sedang mengonsumsi banyak-banyak mie instant demi perjalanan tersebut. #urbansadness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s