Kremasi

Ijinkan aku mengakrabi remang di leher demammu.
Jadi bulir-bulir keringat dingin yang menggantung pada sela kulitmu.
Kamu menggigil, aku ingin jadi pencuri kecil.
Dalam tak sadarmu hendak kubawa lari potongan hati yang ternukil.

Tidurlah dalam panas tubuh tak tentu.
Dengan kaus kaki dan celana yang warnanya mencipta sembilu.
Nikmati jilatan lidah api di lekuk tengkukmu.
Sedang aku akan merapal mantra dari balik pintu.

Bagian tubuhku lepas satu-satu.
Ada yang lari jadi keringat, bulu kuduk, dan udara nafasmu.
Selayak api brutal menggagahi sebatang kayu.
Aku hendak mencintaimu sepanas itu.
Hingga nanti kau lemas, luluh jadi abu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s