23

23. Dua angka yang saling melanjutkan. Memberi harapan akan keberlangsungan jalan.

23. Seperti anak kecil yang baru belajar berhitung. Dua dan tiga adalah sederet penyemangat. Membuat bersorak walau baru beberapa angka terhapal di kepala.

23. Angka pencapaian, angka perjuangan, angka penuh harapan dan tantangan. Angka dimana saya belajar arti jatuh, tersuruk, bertanggung jawab, dan belajar bangkit.

23. Saat impian-impian besar tiba-tiba mengerdil dengan sederhana. Hingga kini cita-cita saya cukuplah jadi istri dan ibu yang juga penulis. Bisa selalu dirumah saat pasangan dan buah hati butuh usap di pelipis.

23. Waktunya hidup untuk orang banyak. Kebahagiaan juga harus melibatkan masa depan keluarga dan hati orang tua. Kelak, saya harus hidup untuk menghidupi orang lain

Sebagai hadiah kecil untuk diri sendiri, pada angka ini saya pasrahkan diri padaNya untuk mencapai puncak tertinggi para dewa. Saya pasrahkan pula sakit dan cinta yang bergantian memenuhi rongga dada.

Dua puluh tiga ini akan saya kemas untuk kedua orang tua dan adik tercinta. Yang tak kurang menopang saat kaki goyang. Untuk sahabat yang selalu lekat, meski langit sempat pekat. Untuk Mas, yang membersamai perjalanan dari dua puluh dua hingga hari ini. Untuk pembelajaran dan keluarga baru yang kau beri.

23. Berkenankah kita berjabat mesra? Aku ingin tumbuh kembali, jadi sebermanfaat-manfaatnya manusia.

One thought on “23

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s