Tarian Tanpa Nama

Kejutan dari balik pintu.
Rengkuh lekat di pinggang.
Langkah kanan-kiri, dagumu di kepalaku.
Kita berdansa hangat. Lupa kalau sakit pernah meremang.

Plecing kangkung juga terong tepung letoy.
Tahu sambal kacang, tanda kau tak bisa berhenti jajan.
Sesekali kuseka keringat yang jatuh berlebihan.
Betapa sederhana, bahagia melihatmu ikhlas menyantap makanan yang kusiapkan.

Hari itu, kuserahkan hati pada Yang Punya semesta.
Biar Ia menunjukkan bagaimana caranya mencinta.
Menyediakan yang kau mau, membantu, melayanimu tanpa banyak minta.
Diriku lepas kuasa, dirimu tak banyak kata. Kita hanyut dalam rencanaNya.

Kadang, aku masih bangun dengan cemas.
Merasa kau telah jauh tak terjamah.
Tapi, kamu dan aku punya simpul indah.
Yang longgar, namun tak kunjung lepas.

Orang bingung dan bertanya, “Apa namanya?”
Aku juga belum sepenuhnya mengerti.
Seperti kelinci malang jamuran di belakang yang namanya belum diberi.

Sepengetahuanku, keindahan tak perlu dinamai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s