Cara Kita

Masing-masing dari kita punya cara.
Agar ikhlas, lepas, lalu rela.
Melepas rasa yang telah beranak pinak buahnya.
Tangguh menatap pondasi kita yang dihancurkan, meski dibangun dengan tangis dan tawa.

Kayuhan sepeda, langkah kaki mendaki puncak tertinggi, hingga ketik kata frustasi akan kerap kutemui.
Tangan yang bertemu jarum rajut dan benang kupilih demi melapangkan hati.
Meringkuk dalam dekapan keluarga dan sahabat, jadi pelarian terhangat.

Masing-masing dari kita punya cara.
Menelan pedih dengan tegar berani.
Genggam tangan dan pejam mata, doa pagi yang kembali kau lakoni.
Barangkali di masa ini pilihanmu bukan sendiri.
Ada kalanya didampingi memang menyembuhkan luka hati.

Berusahalah sayang, berusahalah.
Sebab disini aku juga tengah berpeluh, basah.
Mencari upaya mengasihimu tanpa pretensi dan keluh kesah.
Semesta tak mungkin tak merestui upaya kita, siapa yang akan melarang pengorbanan demi keluarga dan hati orang tua?

Masing-masing dari kita punya cara.
Agar kelak, apapun yang ditawarkan dunia.
Kau dan aku masih bisa tetap menatap sehangat biasa.
Tak mengutuk dunia, yang dengan indahnya membuat kita jatuh cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s