Cinta Kerdil

Cinta kini lebur jadi remah kata-kata. 

Ia ringan, kasual — seperti sapaan sederhana terucap tanpa usaha.

Membungkus rajuk manja.

Manis layaknya gula-gula.

Image

Cinta kini pecah jadi partikel suara.

Terselip dalam perbincangan makan siang.

Hangat mengepul diatas magelangan dan nasi sayur yang kita pesan.

Ada remah hatiku di sela potongan kecil buncismu.

Ada rinai rasamu pada campuran nasi dan mie yang terhidang siang itu.

Cinta kini tak lagi bulat, besar, merah — berkilat seperti apel mahal. 

Cinta sudah terpotong kecil-kecil.

Seperti seiris kedondong dalam rujak yang kepedasan.

Sekecil bulatan ronde yang kita seruput lusa malam.

Nampaknya cinta mengerdilkan dirinya.

Agar muat di saku kemeja dan kantung celana.

Kemanapun kita berjalan, sekali rogoh maka tahulah ia ada.

5 thoughts on “Cinta Kerdil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s