Sipu si Cemburu

Remah kata terserak di lantai kamar tempat kita bertukar cela.

Sapu di tangan kanan, ponsel di tangan kiri. Urusan bersih-bersih saja masih membuatmu bergaya.

Demi Tuhan, sebagai pria barangkali kamu memang tak dibekali tingkat intelejensia.

Image

Di antara gerutu kecil sepanjang pekan, dalam selip rajuk kemanjaan.

Tak bisakah kau tafsirkan bersit kegeraman?

Sebab padanya kau tak pernah yakin soal resep makanan.

Dalam genggamnya pakaianmu jarang tepat garis lipatan.

Karena ia tak kunjung handal bergerak penuh kecepatan. 

Hati-hati sayang, amatilah remah kata di ujung serabut sapumu.

Barangkali kau bertemu serpihan kecil debu bernama sendu.

Sapa dia, tiup halus agar jauh dari hidungmu.

Sebab aku tak ingin aroma ini sampai ke indra penciummu.

Semburat wangi halus yang selalu mencipta sipu.

Namanya, cemburu. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s