Mencari Tuhan

Tuhan, aku yakin kau dekat dan setia.
Maka kini bolehkah aku bertanya?
Apakah mengimani berarti hanya mempercayaimu tanpa pernah terlontar kata?
Atau bolehkah aku sebagai hamba mencari dan mengumbar tanya?

 

Tuhan, aku yakin kau pemurah dan baik hatinya.
Dua puluh dua tahun sebelum gejolak yang sama kembali muncul di muka.
Kini hatiku banjir kata “kenapa”.
Aku rindu menemukanmu. Sebagai sosok yang kutemui di gelas kopi, dahi sahabat, atau halaman depan koran pagi.
Aku rindu menyapamu seringan tepuk bahu. Tanpa ragu kembali padamu selayaknya anak kembali bersandar di bahu Ibu,

 

Tuhan, aku yakin segala jalan pasti ada maksudnya.
Kau tak pernah berkelakar untuk jalan terjal yang kau beri.
Tapi di balik ini, Kau pasti telah janjikan pengalaman dan keimanan sejati.
Terima kasih, untuk mengijinkanku mencari.

2 thoughts on “Mencari Tuhan

  1. Bahkan “sekelas” Ibrahim, Musa, Isa pun Muhammad masih mempertanyakan Tuhannya.

    Ketika Isa meminta Tuhan membuktikan bahwa Ia Maha Menghidupkan lalu Isa diminta menyebarkan 4 potongan burung ke 4 gunung berbeda
    Ketika Muhammad tergugu meminta kemenangan di Perang Badar, “mengancam” bahwa Tuhan yang Ia yakini bisa-bisa tak lagi disembah jika perang kali itu kalah.

    Mereka semua, menyelipkan gelisah di kokohnya iman. Karena memang begitu. Biar kita terus mencari tahu. Biar semakin padu rindu ini pada-Nya..
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s