Kawan, Dimana Kamu?

Kawan, dimana kamu?

Ingatkah kita pernah sedekat sumbu minyak dan lampu?

Telah kita khatamkan mimpi muda dan idealisme menggebu.

Sudah kita usaikan episode cinta remaja mengharu biru.

Kawan, dimana kamu?

Sejengkal sebelum masa depan di ujung sepatu.

Kami rindu merengkuh bahu.

Senja tak lagi sama tanpa imbuhan istilah medis dalam celotehmu.

Mengolok kebiasaanmu tak bisa hadir di perkumpulan akhir minggu.

Kawan, dimana kamu?

Tak peduli mimpi macam apa yang hendak kau tuju. Aturan mana yang sedang kau acu. Atau Tuhan macam apa yang ingin tergapai tanganmu.

Ketahuilah, masih ada rindu di tiap bulir hujan yang kerap menyambangimu di senja-senja yang mulai pilu.

Kembalilah segera, kami rindu.

4 thoughts on “Kawan, Dimana Kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s