Sumbu di Balik Pintu

Kedip mata kantukmu adalah candu

Menelusup ke semua pilar kesadaranku

Memunculkan rasa yang disebut orang, rindu

Kini hari berarti telah berganti definisi

Cukuplah rutinitas mencium takzim tanganmu di depan pintu

Membenarkan letak kerah kemejamu

Berpikir keras soal takaran kopi dan menu sarapanmu

Orang boleh mengernyit, oloklah bahwa hidupku hilang di balik pintu rumah kita yang masih bau cat baru

Ada saatnya aku harus mundur, demi menyokongmu maju

Berani sumpah impianku tetap menggebu layaknya dulu kita masih aku dan kamu

Impianku tak berarti menyusut

Hanya kini berpusat pada satu sumbu : kamu 

4 thoughts on “Sumbu di Balik Pintu

    1. wah, sudah lama gak nulis ternyata ada lagi yang berkunjung. terima kasih sudah membaca. salam kenal juga🙂. anak sma 8 ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s