Memungut Rindu

Kemarin kupungut rindu yang tercecer di halaman depan kamarku.

Warnanya merah bata.

 

Seperti kamu.

Yang sok kuat tapi tetap butuh dibantu.

 

Kemarin kupungut rindu yang tercecer di halaman depan kamarku.

Sekilas tercium samar wangi yang kerap menyeruak dari belakang lehermu.

Hangat, sekaligus membuat sendu.

 

Kemarin kupunguti rindu yang telah lama menunggu

Ia tak tahu

Berapa lama aku mengikat diri.

Tak mau mengakui bahwa ia kian menggebu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s