Momentum

Awalnya mau tidur setelah membalas beberapa tweet ulang tahun. Tapi ide muncul, yah sudahlah. Mari menulis🙂

Hey, sedang apa kau disana?
Berani taruhan, kini kau sedang tidur lelap seperti biasa.
Selimut terserak terkena tendang. Tangan di atas kepala. Bisa kudengar hela nafasmu satu-satu.

Tapi apakah ritual tidur lelap mu tak bisa terganggu?
Apa arti prosesi bagimu?

Kau pasti tahu, betapa maniak nya aku pada prosesi.
Meniup lilin di detik yang tepat.
Mengecup kening tanpa meleset dalam hitungan.
Kau tentu paham, momen adalah kemewahan bagiku.

59 menit. 3540 detik.
Kau kacaukan momenku, kemewahanku.

Bilang aku kekanakan.
Mengeluh lah tentang betapa demanding nya wanitamu.
Jangan harap aku bisa sabar, menerima, penuh diskusi seperti biasa.
Kini aku tak lagi bisa rasional.

Ini bukan cuma soal tepat waktu.
Tapi bagaimana menghargai perayaan pasanganmu.

Kamu harus belajar bagaimana rasanya kecewa.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s