Untuk Sasya

Sesungguhnya, kita tak lebih dari 2 wanita muda sok dewasa.
Yang penuh kesombongan menghadapi dunia.

Ingatkah kamu bagaimana dulu kita biasa nongkrong di Dekat Rumah? Bertiga- bersama Bintang- berbicara soal apa saja. Berlatih debat sembari bergosip dan tertawa.
Hari-hari remaja kita disibukkan dengan latihan dan lomba. Kadang menang, lebih sering kalah. Tapi jiwa kita kaya, menang kalah bukan soalnya.

Sesungguhnya, sedari dulu kita memang tak pernah akur.
Ingatkah kamu, sehari sebelum kita maju lomba. Kita beradu mulut di depan ruang AVA, tak mau kalah dan kekanakan.
Hingga Bintang terpaksa mendamaikan kita esok harinya.

Sejak dulu, di mataku kamu memang heboh dan mengesalkan.
Begitu juga kamu, pasti melihatku sebagai orang kaku yang penuh aturan.
Kita bertengkar, tapi tak pernah benar-benar berjauhan.
Kau dan aku saling menyakiti, tapi tetap saling merindukan di ujung hari.

Semakin kita dewasa, semakin kupahami bahwa kita berbeda.
Tapi aku sudah kepalang menyayangimu sebagai saudara.
Meski diam, kau tetap kukhawatirkan.
Meski tak saling menyapa, tapi sering kupandangi profile BBM mu lama-lama.
Saat kita menjaga jarak- tak ingin saling menyakiti- aku kehilangan tempat bercerita. Pelukan yang biasa kudapat dengan mudahnya. Celoteh “beeb, sayang, bahkan asu”-mu yang khas medhok jawa. Aku sudah kepalang menempatkanmu sebagai teman strata pertama.

Hingga malam lalu, kuangkat topi untuk keberanianmu mengajakku bicara.
Yang bahkan aku tak punya nyali untuk memulainya.
Satu pelukan panjang membuka kebekuan.
Lelehan air mata kita mencairkan permasalahan.

Sesungguhnya, kita masih tetap jadi orang yang sama.
Sasya yang heboh dan ceria.
Serta Monik yang tertutup dan tak banyak cerita.

Tapi semenjak malam itu, ada gaung janji untuk belajar menerima apa adanya.
Serta ikatan baru, yang akan merekatkan kita untuk makin saling menjaga.

Kita tak perlu saling merubah untuk bersahabat selamanya.
Meski dunia kita tak sama, telah ada jendela besar yang cukup untuk kita melongokkan kepala.
Saling mengintip dunia, berbagi cerita dan menerima apa adanya.

Jogja, 11 April 2010

Untuk persahabatan yang baru🙂

3 thoughts on “Untuk Sasya

  1. Ihik aku nangis jahat kamu bikin aku nangis lagi :((
    Tapi aku sayang kamu banget :))
    Makasih ya syg🙂
    Just remember,
    Semarah-marahnya aku sama kamu,
    ketika ada org yang nyakitin kamu,
    Aku akan berdiri di baris terdepan buat kamu.
    Sebenci-bencinya aku sama kamu,
    Kamu akan tetap jd sahabatku yg gak akan pernah bisa digantiin sm org lain.

    Bunch of love for you :-*

    P.s: emg kita pernah berantem di dpn ava
    Trus di damai in bintang? Masa siiih?
    Km halusinasi pasti hahaahha

    1. Haha ciee so sweet kamu sya. Thankies dear🙂

      Eh pernah yaa. Pas kelas 2 pertengahan kalo gak salah. Waktu itu kita eyel2an di depan ava, ada tya sama diva juga. Besoknya kita lomba di sma 2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s