Perayaan 27 Februari

Hari ini adalah hari perayaan.

Siang tadi ratusan-bahkan ribuan sesama kita berebut gunungan. Demi sebuah keberuntungan.

Ngalap berkah, bagi banyak orang kini merupakan keharusan.
Saat hidup makin tak ada kejelasan.
Pilihannya tinggal mistik atau berserah pada Tuhan.

Hari ini adalah hari perayaan.
Sampaikan salam cinta pada manusia paling sempurna di jagat dunia.
Ia, Muhammad- yang telah membuat kita melek akan hak dan kewajiban.

Atau adakah diantara kalian merayakan sebuah pertambahan?
Selamat ulang tahun, selamat datang di hari perayaan.

27 Februari ini- ijinkan aku menambah satu noktah.
Menyesaki daftar tunggu sorakan gembira pesta perayaan.

Untuk sebuah pesta kejujuran.
Bagi sebuah organ yang paling terforsir belakangan.
Terima kasih karena kuat menahan kegetiran.
Tak pernah egois ingin mengambil alih peranan. Rela memberi ruang pada logika dan kejernihan.

Kutuangkan wine, mari kita bersulang.
Atas semua harapan, keyakinan dan keputus asaan. Yang acap kau tawarkan setahun belakangan.

“Tegukan pertama ini: untuk semua kecemburuan.”
“Hey, angkat gelasmu tinggi lagi! Teguk kedua ini demi keikhlasan yang datang belakangan”

Teguk demi teguk berlalu. Terlampau banyak yang bisa dimonumenkan. Kini aku setengah mabuk, sempoyongan.

Di sisa-sisa kesadaran, aku meracau tak karuan. Lirik Beatles, urutan sekuel saga Hanafiah, cacian pada musuh bebuyutan, cerita ngidam es pisang ijo, persaingan rubik dengan Jendra, jadwal ganti oli mobil, nomor telepon yang terhapal, urutan hari libur nasional, jadwal rapat HI-Phoria, ketar ketir kekurangan dana, seret peserta : semua habis kulafalkan.

Rasa panas menjalari tenggorokan, menghebat. Sebentar lagi aku pingsan.
Lubang hitam ketidak sadaran makin mendekat, bibirku tanpa sadar membentuk sebuah nama. Orang terpenting yang terakhir kusapa dalam keriuhan.

Namamu-yang tepat setahun lalu memiutuskan masuk kotak simpanan.

Aku hampir pingsan sempurna. Tapi sempat tersenggal, muntah.

Kamu memuakkan? Hey tidak, aku hanya terlampau banyak minum wine. Pipiku memerah kan?

(Dunia gelap, kurasa aku akan pingsan sampai besok lusa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s