Mimpi Malam Ini

Malam ini, kita merajut lembaran mimpi
Membentangkan jadwal yang seakan sudah pasti
Tahun ini-aku akan ke seberang menyusulmu.
Membayar waktu yang selama ini dicicil di dunia maya.

Malam ini, kau menebarkan alas baru untuk sebuah mimpi
Empat tahun lagi-saat aku sudah strata dua, dan kau harus bekerja.
Kita sudah akan di sana, berdua- dewasa dan siap saling mencinta.

Hidup kita tak akan semewah yang selayaknya.
Tapi kau akan punya lawan diskusi, dan aku akan dapat kawan berbagi.
Itu sudah sebuah kelapangan yang tak terkira.
Setiap ujung hari, kuterima muka kusutmu di hadap pintu.
Kau menggerutu, aku mengelus punggungmu. Kita punya dunia bersama, tak ada batasnya.

Malam ini, dunia tak punya satire.
Kau membaca buku kalkulus, sembari menimpali teriakan jendra di ujung ucapanmu.
Aku menghabiskan novel, menikmati bas suaramu sebagai latar belakang ceritaku.

Kita jauh-sudah barang tentu.
Lelahkah kau menanyaiku? Lelahkah ku memperhatikanmu?
Ya. Lagi-lagi sidah barang tentu.

Tapi saat bermimpi bersamamu, aku bersedia menjadi tua di rengkuh lenganmu-tanpa kenal kata jemu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s