Prolog

…..hati memilih, bukan dipilih

 

Seberapa jauh kita menghindar, toh semesta dengan luwesnya mempertemukan tapak langkah kita.

Bila memang maktub itu ada, maka Dia pasti akan kirim jalannya.

 

Selamat mengejar mimpi, calon.

Kalau kini kita tak bersama, kelak waktu itu akan tiba,

 

saat segala impian telah terwujud pencapaiannya.

 

 

Cerita soal ini akan saya tulis besok yaa.

Its midnite now, gonna finish my simulation paper for Politic and Governance in Africa. And am still starving to finish Long Tail, yummm.

 

 

 

3 thoughts on “Prolog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s