Potongan Email

Mencintaimu seperti paradoks.
Kamu ingin disanjung, tapi mengejekku gombal.
Kamu ingin ditemani, tapi tak mau tergantung.
Kamu ingin selalu tampak kuat, tapi kamu bersandar kelelahan di tiang.

Atau memeluk dirimu sendiri saat kedinginan.
…..mengalahlah, peluk aku dan bisikkan rindu


potongan email yang membuat saya tersenyum malam ini.

The selfishness, the arrogance they all just gone.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s