Badluck

What can i say about today, beside: messed up!

Aduh, hari ini saya berasa badluck sekali. Dimulai dari laptop yang tiba-tiba semakin lemoot. Untuk buka mozilla saja perlu kesabaran ekstra.

Mungkin begini ilustrasinya:

Open Mozilla:
1. yahoo. co. id
2. facebook. com
3. not responding
4. end now

dan begitu seterusnya. see? saya bisa muter-muter di tanah kalau begini terus. i think something had happened with my physical hard drive. ahh, i need a patronus charm to fix it.

hal bad luck kedua yang saya alami hari ini adalah ditilang. awalnya saya mau ke terminal giwangan, jemput eyang dan tante saya yang datang dari Purbalingga. Semuanya baik sampai tiba-tiba ada polisi dengan sepeda motor melaju kencang di jalur cepat.

Saya bahkan sempat membatin, ” Kok polisi gak tau aturan sih, masuk jalur cepat?”
Kemudian tangan bapak polisi itu mulai melambai, memberhentikan mobil saya. Oh crap, what did i do wrong?
Setelah prosesi pengambilan sim dan stnk, barulah saya digelandang ke pos polisi terdekat. Usut punya usut, ternyata saya melanggar lampu merah di perempatan giwangan. Harusnya belok kiri ikuti lampu, eh saya dengan santainya jalan terus. Tapi sumpah, itu sama sekali tidak disengaja. Wong dari dulu saya tahunya disitu itu kiri ya jalan terus..
Alhasil saya dengan muka polos dan ingah-ingih menghadapi bapak polisi itu. Akhirnya si bapak menawarkan pilihan untuk sidang tanggal 12 Agustus. Saya langsung menimpali, “Aduh Pak..saya hari itu di luar kota Pak”.
Si bapak tampak berpikir, “Oh ya sudah mbak..kalau begitu ada alternatif kedua. Sidang satu bulan lagi, atau dendanya dititipkan di sini. Yang alternatif terakhir (denda dititipkan) ini sangat jarang saya tawarkan”.

Saya sadar ini bukan tindakan warga negara yang baik, dan bukan pembelajaran yang baik bagi birokrasi negara kita tercinta. Tapi dengan alasan tanggal 12 saya ada di Singapura dan tidak mungkin meninggu sebulan lamanya tanpa sim& stnk, jadi maafkan saya yaa? *winking*

Akhirnya dengan mengeluarkan alasan “mahasiswa lho paak..” dan “serius pak, saya bener-bener gak tahu kalau ke kiri gak jalan terus” diputuskan saya harus membayar 40 ribu rupiah (yang kemudian diece-ece Eross, karena ternyata itu banyak). Sudahlah, 40 ribu rupiah melayang di tangan Pos Polisi Giwangan, Bantul.

Sampai di rumah, saat saya menceritakan peristiwa ditilang ini kepada orang tua saya mereka sudah cukup mahfum dengan ke-ingah ingih-an saya kalau di jalan. Jadi tidak perlu penjelasan panjang lebar.

Tapi sejelek-jeleknya hari harus dilihat sisi baiknya juga kan? Saya udah menemukan sisi baik hari ini : Akhirnya SIM A saya terpakai juga, meskipun tertilang..haha

Have a life,

Nendra Primonik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s