Menunggu semi

Kamu datang bersama sekelebat angin musim semi
Menghangatkan hari yang lelah terpapar dingin yang tak berhenti
Kamu datang dengan harum bunga khas masa semi
membuat pipi merona, membuatku ingin berlari ke tengah tanah lapangmu yang hangat
Semak hijau itu hampir menarikku
Ah, tak kupungkiri aku hampir saja tak kuasa menolak
Tapi ada sesuatu yang menahanku
Membuatku tak bisa segera masuk dalam semi yang kau tawarkan
Mungkin kau benar,
Aku hanya belum berani melangkah
Aku hanya belum yakin
Aku masih merasakan senyapnya musim semi yang telah lalu
Maka bisakah kau menunggu?
Sebentar saja
Sampai aku benar-benar siap bernaung dalam semimu
Sampai hatiku bersih dari tiupan angin semi yang lalu
Sampai semimu ini meyakinkanku,
Hangatmu berbeda dari yang lalu
Hadirmu akan lebih teguh, melebihi batas jenuh
Tunggu saja, sampai angin semiku menyambutmu
Berbisik di telingamu, “ya, mari kita sambut semi yang baru…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s