Mencintaimu sebatas punggung

Sayang, bila memang saat ini kamu masih tak mau bergeming
Mengelak pada alasan jenuh
Berkilah karena urusan bosan
Maka ijinkanlah aku untuk tetap mencintaimu saat ini

Berikanlah aku waktu untuk terus mencintaimu, meski hanya sebatas punggung

Cinta yang hanya akan kaurasakan dari belakang
Ada orang yang memandang lekat punggungmu dari kejauhan
Namun dihadapanmu, matanya akan merunduk malu-malu
Biarkan aku menjadi orang yang menunggumu tenang
Dengan menjadi wanita yang tak banyak bicara di hadapanmu

Sayang,
Biarkanlah aku mencintaimu sebatas punggung saat ini

Untuk memberimu waktu berpikir
Untuk memberimu kesempatan merenungkan lagi semuanya

Semoga, kelak aku akan kembali dapat mencintaimu seutuhnya…
bukan lagi sebatas punggung..

Ini pertaruhan yang berat, namun aku telah memilih bertahan.
Dengan terus mencintaimu sebatas punggung

Ketahuilah sayang, meski waktu kian menua
Dan keadaan tak lagi sama
Kau masih akan terus menemukanku di sini
Tempat dimana kita pertama kali jatuh cinta..

2 thoughts on “Mencintaimu sebatas punggung

  1. dear,,
    kamu tiba2 jadi termewek2 gini?
    harusnya kan hanya diriku yang selalu bercerita heboh dan termewek2..
    hehehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s