PNS (part 1)

Cerita ini berawal dari percakapan saya bersama seorang sepupu. Waktu itu saya mengunjungi Pakdhe di Purbalingga.Setelah berbasa-basi, ngobrol kesana kemari tiba-tiba budhe saya nyeletuk,

“Monik jadi ambil jurusan apa kuliahnya?”

“HI budhe..” jawab saya.

“Oh…terus mau jadi diplomat?”

“Hehe..”saya sedikit cengengesan, “ ya itu mimpi besarnya. Tapi malah penginnya kerja di LSM internasional.”

“Mbok itu, mas Raga diceritain biar ada gambaran kalo mau cari kuliah besok”

“Maaammaaaa…” Mas Adven, sepupu saya yang baru berusia 3 tahun terbangun dan heboh mencari mamanya. Budhe tergopoh-gopoh lari ke dalam. Tinggalah saya berdua dengan Mas Raga, sepupu saya yang sudah kelas 2 SMA.

“Makan bakso yok” ajaknya dengan logat ngapak yang kental.

“Ayuk..”

Sambil asyik makan bakso iseng2 saya bertanya, “Emang mau ambil jurusan apa Mas pas kuliah?”

“Bingung….penginnya sih hukum. Yah, yang penting jadi PNS lah”

“Heh?? PNS?? Kenapa?” tanya saya heran

“PNS itu terjamin lah, dapet pensiun, hidupnya tenang.”

Saya cuma manggut-manggut aja. Bener juga sih, jadi PNS itu minimal masa tua terjamin. Kasarnya seumur hidup akan dibiayai negara. Bahkan 2 anak pun kelak juga akan dijamin negara. Contoh gampangnya ya saya sendiri, kedua orang tua saya PNS. Jadi kalau saya sakit, saya menggunakan ASKES untuk berobat. Didapatlah potongan harga yang cukup lumayan. Kalau punya prestasi bisa juga mengajukan beasiswa khusus anak PNS, jumlahnya cukup besar lho. Tapi walaupun saya besar di lingkungan keluarga abdi negara syndrome PNS wannabe itu belum juga meracuni pikiran saya. Yang tebayang sampai saat ini ya kerja swasta 9 to 5, ketemu banyak orang, kalau udah tua ya buka usaha lah. Tidak menggantungkan diri pada siapapun. Idealisme kaum muda kali ya, hehehe.

Saya memang kurang respek pada profesi PNS. Di mata saya mereka sudah dimanjakan dengan berbagai fasilitas oleh negara, tapi kinerjanya tetap tidak berubah. Kalau pernah punya pengalaman datang ke instansi pemerintah pada saat jam kerja pasti anda akan punya pandangan yang sama dengan saya. Bagaimana tidak, sementara banyak orang di luar sana begging ingin mendapatkan pekerjaan tidak sedikit dari para PNS itu yang justru berleha-leha pada jam kerja. Yang baca koran, ngerumpi, bahkan ada yang ngeloyor pergi berbelanja. Memang tidak semua, ada beberapa yang memang bertanggung jawab pada pekerjaannya. Tapi tetap lebih banyak yang cuma ongkang-ongkang. Bayangkan, berapa banyak kerugian negara yang tarjadi karena oknum-oknum tersebut. Belum lagi virus zona nyaman yang biasa menjangkiti PNS yang sudah berumur. Ibu saya sendiri contohnya, saya terkadang gemas dengan fasilitas yang tidak beliau manfaatkan dengan maksimal. Dari kantor beliau mendapat sebuah laptop yang levelnya high end. Sudah sangat memadai untuk semua kebutuhannya. tapi yang dipakai paling cuma Ms Word, Excel, paling mentok power point.

2 thoughts on “PNS (part 1)

  1. bukan apa2 sie, dulu waktu KKN aku nyambi kerja di kantor pemerintah yang isinya emang PNS smua. ya kaya yang digambarin org2, banyak yang nganggur, padahal fasilitas oke, kompie merk HP pavillion seri lompat2 yang harganya gak bakal dapet kalo dibeli pake motor bekas. koneksi internet lancar, tapi gak ada perawatannya, pada ternak virus, dan (ini yang keren) ada folder yang isinya ternyata koleksi bokep, parahnya lagi si empunya folder itu ibuk-ibuk, huahaha….
    hoorrreeee….
    temen2ku pada ngopi rame2, hihi…
    pernah ngobrol juga sama yang kerja disono, kalo di pernah suatu kali pernah ke kantor, seharian cuma nge-print doank, itu cuma sekali, abis itu ya ngobrol2 aja.
    wong disono slogannya begini, ada rokok dirkok, ada minuman diminum, ada makanan dimakan, ada kerjaan ditinggal, nah lho…

  2. @wib: hahah…bener banget. memang PNS itu bikin negara makin miskin saja. Mending pake sistem kontrak smua aja. Yg gak produktif ya ga dipake lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s