Antara aku,hujan,dan kamu

hujan turun lagi, deras.

seakan zat candu ia membuat segalanya makin mengada
kuputuskan menikmati kedatangannya
aku membuka jendela lebar-lebar
agar aroma tanah basah memenuhi udara kamarku
terhirup dalam ke rongga pernafasanku
aku telah menjulurkan jemari
merasakan tiap tetes bergulir di telapak
aku menutup mataku
mendengar rintik hujan beradu dengan kerasnya tanah
merasakan melodi yang tercipta dari tiap bulirnya
membiarkan tubuhku diterpa udara sarat uap air
segalanya telah aku lakukan
namun aku belum juga puas
aku berlari ke tengah derasnya hujan
tak peduli lagi aku akan basah
dinginnya udara tak lagi kuhiraukan
aku hanya ingin terus, dan terus berlari tanpa henti
aku tak ingin kehilangan tiap rintik hujan
sebab hujan membuatku selalu merasakan kehadiranmu
mungkin saja di sana kau juga sedang mendongakkan kepala,
sembari merasakan bulir hujan yang menetes di dahimu
terus…bergulir hingga ke hatimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s