Feeds:
Posts
Comments

Wake Up, Mooon

Saya masih juga ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja.

Padahal si calon di depan mata, cih!

Mencipta Perih

Malam ini kita kembali mencipta perih,

Kamu egois!”

“Kamu juga tak punya waktu!”

“Aku punya!  Hanya kamu yang tak mau”

“Kamu memang punya!  Tapi itu bukan untukku”


Tak sadarkah kamu?

Semakin lama kita berjalan kita makin sering bertukar cacian

Aku makin tampak kekanakan

Kau juga lebih menyebalkan

Rengekan manjaku tak lagi membuatmu kegirangan

Sikap dinginmu makin membuatku belingsatan

Kita saling meninggalkan

Malas mengumbar sapaan

Jangankan kencan, berkirim pesan singkat pun enggan.

“Lalu kenapa kita tetap bersisian? Cari saja sana orang yang tak kekanakan!”

Kenapa bukan kamu yang keluar? Kemari, kuucapkan kau selamat jalan”


Kamu memang tak pernah mau menerima saran.

Aku juga tak mau mendengar kritikan.

Tapi egoismemu itulah yang ingin kujinakkan

Keangkuhanku juga lah yang mau kau taklukkan

Hari ini kita akan menyakiti dan membuka pertengkaran

Tapi air mataku masih juga kau usapkan

Muka marahmu juga masih ingin kuredamkan

Kita masih menutup perbincangan dengan banyak “jangan-jangan”

Ah, kita memang terlalu angkuh untuk mengaku saling membutuhkan

“Malam minggu ini aku mau keluar sama Iman, suntuk di dorm sendirian”

“Aku juga mau pergi sama Cen, mungkin sampai tengah malam”

“Kalau sampai malam jangan sampai SIM ketinggalan. Ceroboh, kebiasaan!”

“Iyaa. Kamu cerewet sekali. Kamu juga jangan heboh olahraga seharian. Gila, kamu mau mati kelelahan?”

“Kuusahakan”

“Ya sudah”

“Kalau besok sudah di rumah, mau skype-an?”

“Hmm..yeah..semoga kita tidak lagi bertengkar”

“Ya sudah. Ayo Isya, tidur sudah malam”


Ah, rasanya tak pernah ada cukup alasan untuk kita menyerah dan saling meninggalkan..



Bangun-mandi-ngampus-KH-nugas-pulang-tidur : hidup saya belakangan ini


Menyenangkan sih, terkadang. Tapi belakangan saya lagi jenuuh sekali dengan rutinitas.

Iya iya saya tahu besok Senin udah UTS. Tapi saya masih mencari sisa sisa semangat yang tercecer entah dimana itu. Cih!

Untungnya kemarin Inyonk datang menyelamatkan kejenuhan saya. Dua hari sebelumnya dia sms kangen dan mengajak saya “super-super” an, hehe. Karena sedang butuh main ya saya terima dong. Tanpa rencana akhirnya kami memutuskan untuk nonton, dengan mengorbankan praktikum si Inyonk. Dan pilihan nonton uggly truth semakin membuat hari kami nyampah. Film macam apa itu, penuh umpatan gak jelas. Tapi after all, kami menikmati waktu-waktu bersama yang sudah hampir hmm let me say, 6 bulan tidak kami jalani. What is better than go out with your bestie and enjoying pure of laughter moments? It was priceless, ppl.

Well, saya kira Inyonk sudah cukup bisa me-recharge saya.

But i did wrong.


Ya ampun saya masih juga malas ngapa-ngapain. Puncaknya saya mematikan hp semalaman. Dan pagi ini saat saya membukanya lagi masuklah puluhan pesan singkat mengingatkan agenda rapat, deadline kerjaan, sampai tanya pelajaran.  Hal yang itu-itu lagi.

Dan kejenuhan saya masih ditambahi insiden kecil dari si calon. Yeah, we did fight last night. And when i turned my phone off, i have no intention that he want to call and ask for apologize. See,  love is  never  enough to make a relationship stands.

Sepertinya frasa si calon benar,

“Semakin lama kita berjalan, kita memang semakin kekanakan dan lebih menyebalkan”

…. sayangnya saya tak pernah diberi cukup alasan untuk meninggalkan pria yang tak pernah mau mendengar saran ini.


Huah, my writing seems so random! Bahkan sekarang saya kepikiran skip PKI dan membaca Putut EA saja hari ini. Routinity does make me mad!



Siang ini,

Kutangkap posturmu dari ujung mataku

Berkaus polo cokelat, ransel di punggung – tampilanmu masih yang dulu.

Siang ini,

Kutangkap sosok lain di sampingmu

Tersenyum ceria malu-malu

Tak kupungkiri,

aku meremang dan cemburu…

Mengeluh

Toh paling tidak saya masih punya waktu untuk main fb gak jelas tengah malam.
Masih ada jam kosong untuk sekedar nongkrong di kampus dan jalan-jalan.
Masih punya waktu untuk mendengar curhatan teman yang kadang menggemaskan.
Masih punya ruang untuk terkadang bergulung di selimut di tengah siang.
Bahkan saya punya kesempatan skip kelas, kalau mau dipergunakan.

Saya hanya mahasiswa biasa, dengan tugas biasa yang juga dialami oleh semua mahasiswa.

Kalau toh ada yang berbeda, itu juga pilihan saya sendiri kan? Upaya memperkaya diri yang selalu saya puja.


Maka selama masih melakukan hal yang saya cinta, apa yang perlu saya keluhkan?

Hey, kenapa keningmu berkerut?

Ini hujan kita…

Ayo berlari, kita bebas basahi diri

Aku tak akan takut kebasahan

Kamu juga tak perlu khawatir kedinginan

Ada tangan yang selalu siap terulur

Menarikku saat bibir mulai kebiruan

Ada lengan yang akan merengkuhmu

Saat gigilanmu tak tertahankan

Lupakan dulu kencan penuh rayuan,

Cukup dulu kita belajar mencinta di bawah hujan..

Belajar Konsisten

Hari Sabtu ini saya menjalani weekend yang cukup produktif : ikut workshop BIT.

Lupakan saya datang terlambat 15 menit, malah ngobrol sama Nyoman dan paling bersemangat waktu bagi snack. Tapi paling tidak niat saya produktif kan?hehe

Niat saya ikut workshop ini sebenarnya amat tidak terpuji:

  1. Saya pengen ketemu Mas Andre, mantan mentor yang sangat adorable.
  2. “Nabung” usaha buat proyek kelas EPI. Paling tidak saya ada usahanya gitu, gak diem-diem aja.

See, sampah banget kan niatan awal saya?

Tapi ternyata…dari niatan sampah banyak manfaat yang saya dapat hari ini.

  1. Saya ngobrol banyak tentang Eagle sama Mas Andre. Dan ceritanya tentang betapa orang-orang yang lolos Eagle itu lebih ingah-ingih dari saya. See, saya juga pasti bisa! Eagle Awards..wait for me!
  2. Saya jadi tahu dimana tempat pinjem tripod. Dan membuka channel pinjem monopod mas Andre
  3. Refresh ingatan tentang treatment, shooting list, dan istilah film making lain yang sudah cukup menegndap
  4. Workshop ini “cambuk” buat saya untuk belajar terus soal movie making. Am just fall in love, and cant handle it.

Ternyata semua cuma butuh satu kata : KONSISTEN.

Kalau udah niat, hajar sampai akhir. Jangan mundur.

Can’t wait for tomorrow. Editing workshop will be yuuummm :)

cheers ppl!

Potongan Email

Mencintaimu seperti paradoks.
Kamu ingin disanjung, tapi mengejekku gombal.
Kamu ingin ditemani, tapi tak mau tergantung.
Kamu ingin selalu tampak kuat, tapi kamu bersandar kelelahan di tiang.

Atau memeluk dirimu sendiri saat kedinginan.
…..mengalahlah, peluk aku dan bisikkan rindu


potongan email yang membuat saya tersenyum malam ini.

The selfishness, the arrogance they all just gone.

Mrs Cold

Hey baby, Mrs. Cold
Acting so tough,
Didn’t know you had it in you so be hurt at all
You waited too long
You should’ve hook me,
before I put my raincoat on

OK I get it
OK can I see
You were fronting because
You knew you’d find yourself vulnerable around me
OK I get it
OK I see
You feel vulnerable around me

Hey, baby
what’s going on?
You lost control and you lost your tongue
You lost me
Deaf in my ear
Nothing you can say is gonna change the way I feel

OK I get it
OK I see
You were fronting because
You knew you find yourself vulnerable around me

OK I get it
OK I see
I step too close to your boundaries

You wanted nobody around to see
You feel vulnerable around me

Hey baby
What is love?
It was just a game
We’re both playing and we can’t get enough of
We’re both playing and we can’t get enough of
We’re both playing and we can’t get enough of

Saya sedang merasa “kering”. Karena kurang membaca.

« Newer Posts - Older Posts »