Ada kalanya, saat angin yang lama kembali bertiup di hatiku
Ketika rasa yang dulu lagi-lagi datang
Saat getaran yang sama masih terus berulang…
Aku menjadi dangkal…
Dengan merindukanmu tiba-tiba
Menyimpan kasih untukmu dalam-dalam
Jangan kira aku mau menjadi dangkal..
Aku berusaha, sekuatku
Untuk melepasmu, merelakanmu, mendoakan yang terbaik untukmu
Namun rasionalitas ku kalah dengan bisikan hati yang begitu kuat,
Terlalu kuat…
Dan aku tak mau lagi [...]
Archive for March, 2009
Dangkal
Posted in Uncategorized on March 28, 2009 | Leave a Comment »
Cemburu
Posted in Uncategorized on March 14, 2009 | Leave a Comment »
tanpa hak padamu pun, aku masih bisa merasakan ini
bagaimana hatiku meradang
bagaimana rasa tak rela itu datang
bagaimana aku belum mau berbagi
aku egois? ya, aku tahu
aku membiarkanmu terbang tapi masih menunggumu di tanah lapang
aku picik? ya, aku paham
aku melepas talimu tapi masih menyimpan potongan terakhirnya
aku tak mau ada layang-layang lain yang terbang bersisian denganmu
aku jahat? ya, kuakui
aku [...]
Untuk Layang-Layangku
Posted in Uncategorized on March 8, 2009 | Leave a Comment »
Adakah yang perlu disesali bila kita sudah berjuang sekuat hati?
Adakah yang harus kecewa bila semua yang dilewati memang indah adanya?
Adakah rasa yang mesti dihindari, bila memang cinta itu masih tetap ada?
Tidak, tidak ada yang salah
Kita tak perlu saling menunjuk penuh amarah
Tak ada yang harus meminta maaf
Sebab rasa memang bukan untuk bermain logika
Kita pernah membumbung bersama [...]
Layang – Layang
Posted in Uncategorized on March 6, 2009 | Leave a Comment »
Kamu berkata, di tengah hari, dalam tanah lapang kita…
Bahwa yang kubutuhkan adalah seseorang yang seperti layang-layang
Orang yang bisa terbang tinggi, namun tetap terlihat di mataku
Orang yang bisa menjadi sangat dekat, namun saat jauh tetap dalam genggaman
Katamu,
“Temukan seseorang yang pandai mengendalikan layang-layang.
Ia tahu kapan harus bersejajaran denganmu.
Kapan bisa melepasmu membumbung tinggi.
Namun ia tetap terjaga untuk menarikmu [...]
Mencintaimu sebatas punggung
Posted in Uncategorized on March 4, 2009 | 2 Comments »
Sayang, bila memang saat ini kamu masih tak mau bergeming
Mengelak pada alasan jenuh
Berkilah karena urusan bosan
Maka ijinkanlah aku untuk tetap mencintaimu saat ini
Berikanlah aku waktu untuk terus mencintaimu, meski hanya sebatas punggung
Cinta yang hanya akan kaurasakan dari belakang
Ada orang yang memandang lekat punggungmu dari kejauhan
Namun dihadapanmu, matanya akan merunduk malu-malu
Biarkan aku menjadi orang yang menunggumu [...]